Am I a Cruel Mom?

16 April 2006

Ada telpon, nyuruh gw dateng ke kantor yg bulan lalu interview gw. Disuruh ngurus administrasi krn gw lolos & diterima kerja, katanya. Deg… Perasaan gw langsung campur-aduk. Excited…krn sebentar lagi balik kerja…ke dunia yg dulu ‘membesarkan’ gw. Anxious…krn udah 3 thn ‘cuti’. Sedih…krn 1 thn 5 bln ‘n beberapa hari kebersamaan gw & Aila bakal segera berakhir. Then, I shed a tear…the tears of confussion, worries, and fears.

17 April 2006

Bangun lebih awal, mandi, dandan… Aila seakan tau gw punya jadwal yang berbeda dari biasanya. Dia ikut bangun awal. Gak ganggu, tapi bingung ngeliat aktivitas gw. Makin bingung saat gw siap berangkat & dia masih dengan piyamanya. Saat gw pamitan, nangislah dia… "Ikut Bunda!!! Ikut Bunda!!! Bunda!!! Bundaaa…a!!!" Ibu buru-buru nyuruh gw berangkat. Memang setelah mobil keluar dari halaman rumah Ibu, Aila berhenti nangis & mulai main-main sama Delon, Monty, & Bandit…tapi di dalam mobil, gantian gw yang nahan airmata…

Days past by… Aila mulai membiasakan diri dengan ketidakhadiran gw di siang hari. Dia gak pernah menunjukkan perubahan yang berlebihan atau negatif. Hanya aja saat gw di rumah, Aila menuntut semuanya hanya untuk dia. Waktu gw, perhatian gw… That’s perfectly fine buat gw. She’s my daughter & that’s what she deserves…my time, my presency. Makin banyak kepandaian yang Aila miliki semenjak gw kerja. Sekali, dua kali dia sakit…tapi masih bisa dimanage. Bahkan awal Juni ini Aila ditinggal Mbah Ibu & Akung Mbah-nya yang jadi relawan gempa Jogja. Di rumah, saat gw & Aa’ kerja, Aila hanya sama Mba’ Sofi & Mba’ Iyem. And that days just past like any other days…

10 Juni 2006

Gw terima sms yang salah satu kalimatnya kurang-lebih berbunyi "Emangnya loe tega ninggalin Aila berdua Mba’ Sofi aja kalo udah pindah ke Depok nanti?" Deg… TEGA? TEGA? Kata itu langsung terbang berputar-putar mengitari kepala gw. Kata itu terasa begitu tendensius, bahkan ofensif, di hati gw. Bahkan Aa’ juga merasakan hal yang sama…

Apakah seorang Ibu yang meninggalkan anaknya (dengan pengasuh) untuk bekerja, membantu suami & keluarga, adalah Ibu yang tega?

Kalau boleh memilih, gw lebih suka tinggal di rumah, ngabisin SELURUH waktu gw hanya bersama Aila. Kalau ada pilihannya, gw akan bawa Aila ke daycare dekat kantor sehingga gw bisa lebih sering lagi ketemu dia. Kalau diijinkan, gw akan beli play pan & segudang mainan, gw taro di sudut cubicle kantor gw, sehingga Aila gw bawa & bisa main di kantor gw. TAPI GW GAK BISA!!! Dan apakah itu berarti gw tega???

Setiap hari sepulang kerja, gw akan langsung gendong Aila & review jadwal kegiatannya hari itu dari Mba’ Sofi & Ibu. Bangun jam berapa, makan apa aja, tidur siang berapa kali & berapa lama, minum susu berapa kali/berapa cc, pup-nya normal ato gak… Setiap nge-list belanjaan, buah2xan, snacks, & toiletries Aila selalu jadi item2x pertama yang gw data. Tiap malam sebelum tidur, gw berikan ASI gw untuk Aila. Juga kalo dia kebangun jam 2 & 4 pagi. Setiap libur yang gw kerjain hanya ngurusin & main bareng Aila. Aila…Aila…Aila… Semua yang gw lakukan gw prioritasin untuk dia…tapi benarkah gw ibu yang tega, karena ninggalin Aila sama Mba’ Sofi sementara gw bekerja?

Haruskah gw pikirkan judgement orang lain? Atau haruskah gw menjustify kegelisahan hati gw dengan lebih banyak argumen? Inilah ‘terbaik’ yang bisa gw kasih untuk Aa’ & Aila, & mungkin di mata orang lain my best is not enough



7 Comments »

  1.   IbuDinar Said:

    on June 15, 2006 at 9:17 pm

    Ndu’
    Btw aku saluut ma kamu, kalau kamu sudah ambil satu keputusan kamu musti jalanin dengan konsukwen dan pasrahkan ma Allah SWT. Kamu harus yakin dan percaya akan kekeuasaan Allah, tiada daya upaya, selain kekuatan Allah. Kalau mau dipikirin tega atau nggak nya kamu akan berhenti disatu titik yang nggak jelas mau diapain hidup ini…… ha ha ha kata Ai ai… er er er er

  2.   ' ' -Herry-' ' Said:

    on June 19, 2006 at 9:34 am

    Eventually every child has to learn that mom could not always be around all the time… but the love is still there, never go anywhere.

    AND, every child has the right to have her mother’s quality time every day, also.

    It’s the combination of both.. the proportion has to be right.

    On the other side, eventually every mother has to learn that their children could not always be around all the time…

    remember Gibran’s: Your children is not your child?

    You are the bow, be a strong bow… one day you will have to release your arrow to the world.

    aila is your arrow, and she has to learn to be an arrow.

    For God loves the arrow that flies, so God loves also the bow that is stable.

    *caaaaelah*… ;-)

  3.   ' ' -Herry-' ' Said:

    on June 19, 2006 at 9:42 am

    oh yeah: nevermind other’s judgement. It has to be yours, iwan’s, and aila’s judgement.

    Ibu dinar benar: la hawla walaa quwwata illa billah.

    “janganlah seorang ibu menjadi risau karena anaknya, dan juga seorang ayah karena anaknya” [2]:233.

    She’s not exactly your child. She’s HIS own child, and He will take care of her.. and His care to a child is a lot better than any of us.. as long as you already provide what she deserves.

  4.   Melati Said:

    on June 20, 2006 at 6:29 pm

    I think you have done a vey good things… dont worry what people said…
    Yang penting si akang ama si adek kecil Aila…

    Parent always try to do their best for their family… Aila knows that, maybe not now, but she will find out it later….

  5.   yendoel Said:

    on June 23, 2006 at 1:18 am

    Renee, kamu hebat masih ngasih ASI! kalo aku dah gak ada, dikit supplynya hehehehe…! gua kalo boleh milih juga maunya with my baby all the time, but we just can’t (with our own reasons), not bcoz we dont want.

  6.   Abi Said:

    on June 30, 2006 at 6:56 am

    Well, one thing I know will help…you’re not alone, Sis…

    Meskipun ngga ngaruh (been there, done that, got the shirt), I have to say this : Same thing happend to all Mums around the world, in every generation…

    And it’s not getting better, trust me…
    The more you think of it, the more pain you’ll get..knowing that you’ve missed so many miracles and been through tonnes of pressure for not being there for her, especially when she needs you the most…
    I agree, Sis… It hurts…

    For me, it’s been a great dispute between me & myself since years ago..

    If it could be any help…
    Mba Renee I know, has been a great Mum since the first day we met.
    And I’m sure aila & Bang Iwan are fully realise how lucky they are to have you around, Sis…

  7.   ZIKRIakaACHO Said:

    on August 2, 2006 at 2:38 am

    Pwehhhhh….
    Hard to say….but…you’ve done the great things sis…You’re not as Reenee that I’ve known couple years back…Being a “Mom” could change everything…for sure it happened to you sis…..

{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI

Leave a Comment