Archive for August, 2006

1-7 Agustus 2006 Pekan ASI Sedunia

Posting ini gw initiate di Forum Diskusi Bayi Ayahbunda di www.ayahbunda-online.com. Berbekal ilmu yg gw dapet dari Milis Sehat, gw share ilmu tsb ke parents yg kebetulan buka topik diskusi di ajang diskusi ini. Gw emang pengen banget bisa mensosialisasikan pentingnya ASI eksklusif 6 bln & ASI dgn pendamping s/d 2 thn, juga soal konsumsi susu UHT bagi anak diatas 1 thn, selain pentingnya Rational Use of Drugs dan Rational Parenting lewat forum tsb. Itung2x gw jadi perpanjangan tangan Milis Sehat lah :)

Dari forum diskusi ayahbunda online gw dapat beberapa teman maya yg melanjutkan contact via email, friendster, & multiply. Ada Delvi, mamanya Ryo, yg tiap hari (sampe hari ini) rajin email2xan, diskusi segala macem…dari anak sampe rumah :D Ada Indri, mamanya Kamil, yg baru aja jadi my friend on friendster. Ada Christine, mamanya Cello, yg pernah buka diskusi soal toilet training & kemudian nerusin sharing sampe ke topik susu UHT lewat email.

Bravo, Breastfeeding Moms! I salute you all…I salute your believe that our babies deserve the best thru breastfeeding…I salute you for standing-up & defending our believe & our babies’ right to live…

Happy reading everybody! :)

Topik: 1-7 Agustus 2006: Pekan ASI Sedunia (Sharing yuk!)

Pembuka Diskusi: Setia Nurul Noverita Sulistyorini (Renee)  |  8/4/2006 9:36:00 AM  | Replies: 6 Views: 154  |  Replay Terbaru: 8/14/2006 12:58:00 PM

dear moms…

menyambut pekan ASI sedunia ini, kita sharing yuk seputar masalah menyusui. apa aja, asal seputar ASI & menyusui

aku sendiri menyusui aila (21 bulan) dgn ASI eksklusif selama 6 bulan. sekarang aila sedang mulai aku sapih karena aku kembali kerja sejak 3.5 bulan lalu & akan tugas ke offshore. proses penyapihannya baru mulai 3 minggu lalu, dengan metode slow weaning. tapi aku senang bgt bisa kasih ASI cukup lama untuk aila.

OK deh moms…aku tunggu sharing lainnya seputar ASI & menyusui.

selamat pekan ASI sedunia!

-bundaaila-

8/4/2006 2:41:00 PM

hai renee, salam kenal. aku ikutan share yah.

thanks god, berkat dukungan suami + rajin ubek2 parenting books. aku juga berhasil menyusui bella 6 bulan eksklusif. 6 -13 bulan bella dapat asi + mpasi. 13 - 17 bulan bella dapat asi + susu formula + mpasi. 17 - 21,5 bulan bella dapat asi + susu uht + mpasi.

sudah hampir 3 minggu sejak bella mulai disapih (17 juli). aku juga menerapkan slow weaning seperti yang dianjurkan klinik laktasi + milis sehat + parenting books. pertama2 frekuensi menyusui dikurangi. kemudian mulai dengan pengkondisian sejak bella umur 20 bulan, bolak balik dikasih tahu bahwa bella sudah besar, sudah sekolah,  nggak usah nenen lagi, karena nenen itu buat adik baby (belum ada adiknya, maksudnya sepupunya). nenen mama sakit kalo bella masih nenen terus. kalo sayang mama pasti bella ngerti,

kan

anak pintar.

setelah sebulan aku merasa bella udah ngerti maksudku, 17 juli kita mulai ngajak bella bobo tanpa nenen, sebagai pengganti cerita + nyanyi  pengantar bobo diperpanjang ditambah dengan boneka teman bobo. satu kali di minggu pertama sempat nangis karena kecapekan dan minta nenen, tapi cepat diatasi mengalihkan perhatian ke cerita tentang sekolahnya.

kalo share tentang menyusui. wah., bisa lebih panjang lagi nih. aku bersyukur menemukan DSA yang support ASI eksklusif, beliau banyak membantu tentang managemen laktasi. yang pasti kuncinya niat, rasa cinta, percaya diri, tenang, tekad melawan rasa sakit (aku sempat mengalami puting bolak balik berdarah & bernanah), termasuk juga tekad mengatur pola makan supaya kalo makan selalu ingat mau kasih makanan/minuman bergizi terbaik untuk bayi kita. dulu aku termasuk over laktasi, 6 bulan pertama sempat produksi 2 liter ASI tiap hari.

selain itu ada hal yang paling penting yaitu support dari suami. ini berlaku untuk menyusui maupun menyapih.

manfaatnya sangat setimpal dengan perjuangan yang sudah ditempuh. thanks god anakku jarang sakit dan cepat banget belajar sesuatu.

hari ini di kompas hal 41 ada artikel bagus tentang asi eksklusif. semoga tulisan ini bermanfaat dan memotivasi moms untuk berusaha terus menyusui.

selamat pekan ASI sedunia juga buat moms semua,

gerda - mama bella (22months 1wk)

Oleh :Delvi Yolanda
8/4/2006 3:24:00 PM

Salam kenal mama Alia.. thanks ya sharingnya tentang bubur susu instant.

Sekarang aku mau berbagi tentang ASI. Aku punya beberapa pengalaman selama menyusui. Pengalaman pahit dulu nih.. Aku mulai menyusui Ryo setelah hari ke-4 melahirkan karena aku melahirkan ceasar dan Ryo masuk incubator karena gula darahnya turun akibat bobot badanya yang cukup besar yaitu 3,8kg/49cm. Ryo dikasih susu formula sama DSAnya. Untung aku sempat ngasih kolostrumnya1 sendok, itupun hari ke-3. Setelah pulang dari RS aku mulai menyusui Ryo secara ekslusif dan setelah hari ke-14 Ryo ditimbang di bidan setempat. Ternyata beratnya nggak naik. Bidan tersebut langsung memvonis kalau ASI aku kurang dan menyarankan ditambah susuformula. Wah aku bingung sekaligus cemas.. apalagi neneknya Ryo terus menerus menganjurkan (bahkan hampir memaksa) pemberian susu formula selain ASI. Aku yang dalam kebimbangan dan keraguan akan kecukupan ASIku ditambah tidak ada dukungan untuk meneruskan pemberian ASI ekslusif membuat aku stress. Akibatnya ASI aku kering mendadak. Rasanya sediih banget. Belum lagi nyeri rasanya kalau payudara yang kosong dihisap terus oleh bayi. Tapi tetap Ryo aku susui sambil menangis. Untuk menenangkan diri, suami ngajak aku belanja di carefour. Disana aku beli buku seri Ayahbunda tentang Kiat Sukses Menyusui. Wah ternyata buku tersebut benar-benar bermanfaat. Semua permasalahan aku dibahas dalam buku tersebut. Dari situ aku mengerti kalau yang aku alami disebut sindroma ASI kurang dan stress dapat menyebabkan ASI mendadak menjadi kering. Plus kiat memperbanyak ASi kembali dan bahwa dengan pemberia susu formula justru akan menyebabkan ASI benar-benar kering. Bahkan aku baru tahu bahwa setelah 2 minggu berat bayi akan kembali ke berat waktu lahir dan kondisi Ryo dulu normal banget. Maka aku dengan kemantapan hati bertekad untuk meneruskan pemberian ASI ekslusif kepada Ryo. Tentu hal tersebut tidak langsung diterima nenek Ryo, tapi aku sudah bertekad. Aku bilang “beri aku 2 minggu untuk membuktikan aku bisa memberi ASI ekslusif ke Ryo, kalau selama waktu itu berat Ryo nggak nambah malah turun maka aku menyerah”. Sempat ragu juga sih,tapi tekad udah bulat. Suami mendukung walaupun buat dia ikut saran nenek Ryo juga dia oke-oke aja soalnya dia nggak paham. Alhamdulillah ternyata aku berhasil membuktikan kalau aku bisa menyusui, ASIkupun kembali mengalir lancar. Dan ketika ditimbang bobot Ryo naik 1 kg setelah berumur 1 bulan. Sejak saat itu pemberian ASI kepada Ryo berjalan lancar. Bahkan neneknya yang semula meragukan sekarang malah mensupport 100%. Aku dimasakin makanan bergizi setiap hari. Malah nenek Ryo berpesan kepada abang aku kalau menikah dan punya anak dikasih ASI ekslusif saja soalnya Ryo tumbuh sehat, kulitnya bagus, beratnya naik terus dan aktif juga.

Tapi ceritanya belum berhenti sampai disitu. Ketika Ryo berumur 3,5 bulan aku harus kembali bekerja. Awalnya aku optimis aja sih karena aku dapat memerah ASI untuk diberikan ke Ryo pada saat aku tidak dirumah. Tapi ternyata tidak semudah itu. Walaupun kantor tempatku bekerja memberikan fasilitas (ruang) untuk memerah ASI, namun karena sifat pekerjaanku yang mobile (as a consultant) dan kejar target ternyata menjadi suatu kendala. Aku hanya memungkinkan memerah ASI 1x dalam sehari. Awalnya sih masih nggak masalah karena sekali perah aku bisa dapat 300ml ditambah memerah dirumah dapat 100ml. Tapi lama kelamaan ternyata ASI berkurang juga, karena siang nggak dihisap, frekuensi pengosongan payudara semakin berkurang, dan beban pekerjaan juga. Belakangan aku cuma bisa memproduksi 200ml di kantor dan ditambah 100ml dirumah. Sementara Ryo

kan

makin gede dan kebutuhan makannya makin banyak.

Makanya setelah Ryo 4 bulan, dengan sangat terpaksa aku mulai memperkenalkan makanan padat pertama (problema pemberian makanan padat udah aku tulis juga di diskusi bayi). Tapi aku tetap mengupayakan Ryo mendapat ASI terus, Insya Allah bisa sampai 2 tahun. (doa in ya).

Well.. That’s my breastfeeding experience for my lovely baby. Aku memang nggak berhasil ngasih ASI ekslusif selama 6 bulan, tapi aku sudah berada dalam batas usaha yang maksimal, paling tidak mencapai batas minimum yang disarankan WHO.

Maafkan mama ya Ryo.. We love our baby

Salam

Mama Panji Aryo Pratama

8/6/2006 1:50:00 AM

Waduh, aku malah baru tau ada pekan ASI sedunia.. waaa acik acik.. Jadi merasa makin bangga ngasih asi eksklusif.. hehhehee

Hi moms.. aku ikutan sharing yaa..

Kamilku sekarang umurnya udah 7 bulan 7 hari.. Alhamdulillah selama ini dia dpt asi eksklusif, eh lebih tepatnya 5 bulan 23 hari, soalnya dia udah mulai nunjukin tanda2 siap makan..

Waduh, aku malah baru tau ada pekan ASI sedunia.. waaa acik acik.. Jadi merasa makin bangga ngasih asi eksklusif.. hehhehee

Terus terang, keputusanku untuk ngasih ASI eksklusif lebih dikarenakan dendam lho.. abis ternyata diriku sendiri cuma bentar banget dpt asinya.. Tapi aku gak nyalahin ibuku kok, emang informasi ttg pentingnya asi taun 79 aku yakin gak sesanter sekarang.. Masalahnya aku tuh waktu kecil ampe smp penyakitan banget, emang sih bukan penyakit yg serius, tapi aku sangat rentan thd penyakit batuk, flu, pilek, demam, dkk… pokoknya langganan banget deh.. duh susah deh mo ngapa2in.. Lately aku mulai berpikir mungkin ini semua krn aku gak dpt imunitas yg bagus waktu bayi, yang cuma bisa didapatkan melalui asi.. aah sedih jg sih kalo mikirin itu, tapi hey life must go on lah, yg penting kita bisa belajar dari pengalaman

Akhirnya aku bertekad kalo aku punya anak, dia harus dpt asi eksklusif.. Emang sih, bukan jaminan 100% kalo di masa depannya dia akan jadi super duper sehat dan pinter, tapi aku berprasangka baik ajalah ama Sang Pencipta… Insya Allah kalo kita udah berusaha untuk memberikan yg terbaik hasilnya jg baik..

Sayangnya aku liat kadang banyak ibu baru yg terlalu cepat nyerah untuk ngasih asi ke bayinya.. Padahal

kan

isapan bayi justru akan lebih cepat merangsang keluarnya asi.. Kamilku jg gitu dulu.. walaupun asi ku banyak, tapi puting payudaraku tuh agak masuk… Alhasil kamil jd agak susah minum asi, tapi pelan2 aku dan kamil mulai bisa belajar dan akhirnya jago deh dia minum asi.. hehehehe

Tapi emang sih iklim di sekitar kita menurutku kurang mendukung ibu2 yang pengen ngasih asi ke anaknya.. Masih minim banget tempat2 umum yg menyediakan ruangan menyusui.. Aku sendiri ngerasain agak susah kalo mo jalan2 karena pasti bingung gimana kalo mo nyusuin.. Padahal pasti ibu2 yg nyusuin anaknya pengen jalan2 jg.. apalagi kalo musim diskon.. hehehe

Ah ya sudah deh.. pasti udah panjang banget sharingnya.. Last but not least, aku bersyukur banget aku gak sendiri.. ternyata teman seperjuanganku banyak jg… abis aku sempat sedih soalnya rata2 di lingkunganku gak ada ibu yang ngasih asi.. jadi kaya alien deh.. Muah muah muah..! So glad Ive finally found you all..! Hidup Asi..!

Oleh :Setia Nurul Noverita Sulistyorini (Renee)
8/7/2006 10:36:00 AM

hai semua! aduh, aku senang bgt ada yg mo ikutan sharing aku setuju sama Anda semua, menyusui bayi bukan cuma urusan si ibu aja, tapi seluruh keluarga & seluruh lapisan masyarakat. aku ngalamin kesulitan yg dialamin bundanya kamil. gak semua mall punya ruang bayi/menyusui. kalo pun ada kecil, penuh, malah kadang suka dialihfungsikan (contoh, ruang menyusui di cilandak town square yg sering dijadiin ruang dandan. duuuhhh!!! ). terus ASI eksklusif gak gencar dikampanyekan, sampe2x ngasih ASI eksklusif itu jadi hal aneh (seperti pengalaman bunda kamil & mama ryo). padahal

kan

ASI itu bukan cuma kewajiban kita sbg ibu, tapi HAK HIDUP sang anak. belum lagi mitos2x yg sering bikin ciut hati ibu2x yg udah niat menyusui bayinya. yg gak boleh makan/minum ini-itu lah…yg payudaranya bakal kendur & jelek lah…aku salut buat para moms yg berani stand-up, menentang arus, & mengusahakan ASI untuk babies-nya

tapi, seperti mama bella, aku bersyukur bgt…suami & keluarga besar kami sangat suportif jadi ngasih ASI eksklusif 6 bln, menyusui s/d hampir 21 bulan, & slow weaning bukan hal yg berat untuk aku jalanin. aku juga seneng bgt, menemukan komunitas pro-laktasi. salut saya untuk Anda semua ada yg punya pengalaman lain? sharingnya masih saya tunggu

-bundaaila-

p.s.: kalo gak keberatan posting sharing ini bakal aku fwd ke milis sehat. terima kasih sebelumnya…

8/8/2006 3:48:00 PM

Dear moms,

Aku punya pengalaman yang rasanya tidak bisa aku percaya sendiri….dulu waktu Raihan lahir, aku tadinya hanya niat kontrol biasa, kebetulan pas sehari habis lebaran, tgl 5 November 2006. Ternyata kata Dr babynya udah kontraksi, padahal aku nggak ngerasa sakit sama sekali, tanpa bawa persiapan 30 mnt Raihan langsung lahir jam 10.55 brt 3.2 Pj 39, secara Caesar karena sunsang sejak dari awal hamil. Malamnya baru bisa liat Raihan.

Besoknya ketemu Raihan dia tidur terus dan nggak mau ASI. Lagian ASI ku juga tidak keluar….sementara Raihan pake susu formula. Besoknya Raihan dibilang harus tinggal di RS karena kuning. Bilubirin tinggi terus. Tambah sedih akunya, udahlah baby ditinggal, ASI tidak keluar juga. Di rumah aku berjuang memompa pake tangan dan pompa manual yang sakitnya nggak ketulung, keluar cuma satu sendok makan, aku berusaha anter ke RS yg lumayan jauh dari rumah, dari Kbn Jeruk ke Bunda Menteng. Besoknya Ajaib banget….

bilubirin Raihan turun. Seminggu Raihan di RS aku berjuang terus untuk menyusui, walau tidak keluar, dan Raihan juga nolak karena tidak ada airnya…

. Sampe di Rumah aku terus berusahan menyusui, karena katanya makin di rangsang ASInya bisa keluar. Akhirnya pas 2 minggu ASI ku tiba tiba mulai keluar, dan syukurnya suami, mama dan mertua mensuport untuk ASI, karena dari keluarga suami dan kakakku sendiri anak mereka tidak pake ASI.  Formula langsung aku stop, karena Raihan juga muntah kena formula.

Akhirnya ASIku banyak dan alhamdulillah berat Raihan jadi tambah banyak, sebulan naik 1 Kg….

Dr sampe salut, termasuk teman di kantor, masak ASI 2 minggu tidak keluar, bisa berhasil keluar…biasanya malah stop.Perjuangan tidak hanya sampe disana begitu aku kerja Raihan yang mula mula mau minum ASI pake dot, akhirnya nggak mau lagi. Dan mau kalau lagi tidur aja. Terpaksa disendokin kalau siang. Tapi lama lama nggak mau juga pake dot. Dan lebih sedih lagi, mimik ke aku juga maunya kalau dia lagi tidur alias merem. Kalau lagi bangun aku sodorin aku didorong…

.Aku kasih Raihan ASI pompa sampe usia 8 bulan dengan berat 10 Kg, tapi malem tetap sama aku. Aku pompa selama bekerja sehari dapat 750 cc. Tapi Raihan disuruh Dr kasih buah umur 5 bulan 2 minggu karena sempat naik dikit, walau dlm usia 5 bln beratnya diatas normal. Pas 6 bulan Raihan baru makan bubur susu.

Berkat perjuangan memberi ASI, Alhamdulillah Raihan belum pernah demam dan sakit sampe sekarang usia 9 bulan.

Pesan buat moms yang habis melahirkan….jangan pernah putus asa memberi ASI, yang utama kemauan dan tekat. Juga jangan lupa berdoa….pasti kita berhasil……

ok moms itu sharing aku bersama Raihan……

Umi Raihan

Oleh :christine budihardjo
8/14/2006 12:58:00 PM

Hai moms…………… Seneng banget deh ada yg sharing tentang ASI, tapi sayang aku telat bacanya…… Tapi gak papa lah, biar telat aku tetep pengen sharing tentang ASI………

Sejak awal kehamilan aku sdh bertekad mau menyusui bayiku hingga umur 2 thn. Saat itu alasan utamakau adalah soal biaya. Dengan memberikan ASI maka tiap bulan aku tdk perlu membeli susu. Selain itu aku juga yakin kalo ASI ku banyak karena saat hamil 5 bln ASI sdh mulai keluar.

Stlh bayiku lahir (lewat Caesar), ternyata menyusui tdk semudah yg aku bayangkan, apalagi anakku lahir premature (35 mgu) dg BBLR 2,3kg. Meski kecil, bayiku sdh pintar menghisap susu dari botol. Tapi begitu menyusu langsung ke aku dia Cuma mampu menghisap 3-5 kali terus keliatan capek kaya hbs lari marathon…….. Aku jadi sedih banget apalagi ASI ku keluar banyak. Pd hari ke-5 bayiku dinyatakan kuning & hrs foto terapi. Selama dirawat (4hr) bayiku lebih banyak minum dari botol (ASI perah & susu formula). Aku hanya bisa menyusui saat jam bezuk saja. Mungkin krn sdh terbiasa menyusu dari botol, bayiku selalu menangis jika aku susui langsung. Aku jadi tambah sedih… Lalu seorang perawat RS menyarankan utk tetap memberi ASI perah (&susu formula) dlm botol sambil sedikit2 belajar menyusui langsung. Awalnya aku enjoy aja dg cara menyusui spt itu tapi lama2 rasanya kok repot banget….. Aku sempat mikir mau nyerah aja & beralih ke susu formula.

Hari ke-14 bayiku kontrol, DSA menyarankan utk segera stop susu formula & mulai ASI eksklusif krn ASI adalah makanan terbaik buat bayi apalagi bayiku lahir premature. Dlm hati aku mikir, masa sih ASI lebih baik dr susu formula? Setahuku keunggulannya hanya krn lbh ekonomis aja. Tapi walaupun msh ragu, hari itu juga aku mulai ngurangi susu formula & lbh banyak menyusui langsung. Aku juga mulai cari info ttg menyusui. Dari situ aku baru tahu kalo manfaat ASI bagi bayi itu tak terhingga banyaknya. Jadi rasanya sayang banget kalo bayi tdk bisa mendpt ASI yg memang diciptakan Tuhan buat dia. Stlh tahu bhw ASI is the best aku jadi lbh semangat utk bisa cepet2 ngasi ASI eksklusif walaupun butuh perjuangan yg nggak gampang. Hampir tiap malam aku nggak tdr krn nyusui. Bayiku Cuma bisa ngisap 5 kali trus tidur 10-15 menit, ngisap lagi 5 kali, tidur lagi… gitu terus… sampe dia bener2 kenyang & tidur pulas. Kalo dihitung, sekali nyusui bisa makan waktu sekitar 4 jam!  Tapi Puji Tuhan, perjuanganku tdk sia2, makin hari bayiku makin pintar menyusu & seminggu kemudian aku sdh bisa memberikan ASI eksklusif buat bayiku…. Stlh mendpt ASI eksklusuf BB bayiku naik pesat. Lahir 2,3kg, umur 14hr 2,4kg,  umur 21hr 2,6kg; umur 1bln 2,9kg (sdh dpt ASI eksklusif 1 minggu), umur 1,5 bln BBnya sdh jadi 3,5kg. ASI memang bener2 luar biasa!!!

Sekarang anakku, Cello, sudah berumur 16 bln. Dia sehat, aktif dan suka dg hal-hal/sesuatu yg baru. Kalo orang2 bilang Cello anak yg cepat bosan, tapi aku lbh menangkapnya sbg anak yg punya rasa ingin tahu yg besar. Dan aku yakin itu karena ASI yg sangat berperan dlm perkembangan otaknya.

Buat all moms….. ayo kita berikan yg jadi HAK anak kita, yaitu ASI…  Kita adalah “pabrik ASI” dan “pemilik ASI” adalah anak2 kita. HIDUP ASI !!

Mama cello

Bunda feat. Aila - nakita no. 385 p. 31

Ailanakita_1 wiiihiii!!! cerita kocak aila belajar pake baju sendiri dimuat di nakita no. 385 lho! (www.tabloid-nakita.com, Surat Ayah Ibu edisi Nomor 385 Tahun VIII)

Saat Aila Bisa Minta

28 Juli 2006 lalu, gw & Ibu nganterin Aila sekolah di Gymboree. Everything was normal, as usual. Tapi kali ini, selesai sekolah, gw bawa Aila jalan2x keliling Matahari sambil nunggu Ibu yg lagi bayar2x rekening di ATM. Rencananya sih pengen beliin Aila sepatu tertutup. Sedihnya ukuran kaki Aila sekarang ini lagi ‘aneh’. Untuk jenis sepatu sendal, ukuran kaki Aila udah terlalu besar. Untuk sepatu ertutup, masih kekecilan :( Ya sudah…kami jalan2x aja, cuci mata.

Di counter Cool, gw liat Aila mencoba meraih sesuatu. Ternyata sebuah topi rajut berwarna broken white dengan bordir bunga2x. Cantik! Boleh juga seleranya Aila :) Gw tanya "Aila mau topi?" & dia mengangguk sambil njawab "Iya" dengan mantap. Ya gw ambilin. Eh…langsung dia pake di kepalanya & nyariin kaca. Gw bawa dia ke dekat kamar pas & mengacalah dia di situ. "Aila cantik ya Bun?" tanyanya. Gw cuma ngangguk sambil senyum geli. "Yuk, kita kembaliin topinya…" ajak gw. Diluar perkiraan Aila menolak! "No-no, Bunda. Aila mau topi" jawabnya sambil megang topi itu erat2x. "Lagi discount 20% lho Bu" imbuh si mba’ SPG Cool yg ternyata ngeliat adegan tadi. Oh, well…apa salahnya? Aila keliatannya suka bgt sama topi itu. Maka gw bayar lah topi pilihannya.

Rscn3525Ternyata bener…Aila begitu menyayangi topi itu. Sepulang dari Citos, topi itu dia pake & pamerin ke Yandanya yg baru pulang kantor & ke mba’2xnya yg lagi heboh di dapur. Topi itu sering dia pake saat dia ngerasa kedinginan abis mandi. (Sekarang Aila mandinya pake air dingin terus). Topi itu juga yg sering jadi pilihannya melengkapi pakaiannya saat bepergian, menggeser posisi kuncir air mancur, jepit, & bando :)

Dscn3549Sungguh gw gak ngira, diusianya yg semuda itu, Aila udah bisa bikin pilihan & konsisten dgn pilihannya. Subhanallah…Alhamdulillah…Allahu Akbar… :) Terima kasih Yaa Allah, telah memberiku teladan melalui malaikat kecilku ini :)

Bu…

Bu…

Pagi ini Ndu gak cium tangan Ibu…

Bukan Ndu lupa…Bukan Ndu sengaja…

Tapi karena kita sama2x sepakat mencegah Aila rewel & ngamuk seperti kemarin.

Bu…

Rasanya ada yang hilang…rasanya aneh aja…

Walaupun Ibu yang kasih kode supaya Ndu buru2x pergi.

Tetap aja rasanya ganjil, berangkat kerja gak cium tangan Ibu dulu.

Bukan rutinnya yang bikin Ndu gak tenang, Bu.

Tapi koq rasanya hari ini Ndu mulai tanpa ridha Ibu, tanpa ridha Allah.

Mungkin Ibu sebenernya gak pa-pa, tapi Ndu ngerasa gimanaaa…gitu…

Gak tenang deh pokoknya!!!

Bu…

Gimana nanti kalo Ndu udah di Depok ya?!

Apa Ndu harus ke Cirendeu dulu sebelum berangkat ke Arkadia? :D

Ato tiap week-end refuel jatah cium tangan seminggu? ;P

Ndu gak peduli orang bilang Ndu kampungan, Ndu norak…

Ndu cuma pengen tenang menjalani tiap harinya karena tau Ibu meridhai.

Kan ridha Ibu = ridha Allah ya, Bu?

Makanya kalo udah cium tangan Ibu, Ndu mantep mo ngapain aja.

(Ndu bangga jadi anak Ibu!!! I love you so much, Bu!!! Mmmuuuaaahhh!!!)

Aila…

Dscn3340_1 Pagi ini kembali Aila ‘menuntut’ untuk nganter gw. He3x :D Gw seneng2x aja. I enjoyed our previous ride & surely I’d like to enjoy it again. Rupanya pagi ini agak beda…Aila begitu menikmati perjalanan & kebersamaan kami hingga saat kami tiba di kantor gw Aila masih segar-bugar. ‘N as I suspected, Aila menangis menjerit-jerit saat harus gw transfer ke Mba’ Sofi. Hiks! :( Gw udah hampir nangis tuh…Untungnya beberapa saat kemudian pas gw telpon rumah Ibu ngabarin kalo Aila sedang tidur & gak rewel. Mba’ Sofi juga bilang kalo Aila langsung tenang saat gw udah gak kelihatan lagi sm dia. Thank’s God… :) Di kantor, ternyata ada beberapa pasang mata yg jadi saksi perpisahan kami yg begitu dramatis tadi. He3x :D Sorry, guys…Gw emang sentimentil :) Gak akan ada kata ‘terbiasa’ dalam kamus gw terhadap tangis Aila…

OK…Move to the main reason I write this blog…

Dscn3296Udah sebulan ini Aila manja banget sama gw. Saat gw sampe di rumah sepulang dari kantor, Aila begitu antusias melihat gw. Dia langsung jerit2x "Bunda! Bunda!" & lari menghampiri gw diiringi dengan tawa khasnya. Ritual berikutnya Aila minta digendong, terus lepasin jilbab & ciput Bunda, & cerita tentang kegiatannya seharian tadi. Biasanya Mba’ Sofi pergi mandi & shalat Maghrib saat Aila udah gw pegang. Biasanya kami pindah ke kamar, karena ajakan Aila minta dibacain buku. Gak dibacain sih…gw baru ngomong dua potong, dia udah bombardir dengan pertanyaan "Ini gambar apa? Ini Bapak lagi apa?" dst, dll. Tapi gw senang banget nemenin Aila mengexplore buku2x yg kami belikan untuk Aila :) Beberapa kali, saat Aila gak mau baca buku, dia akan ambil remote TV, bilang "Ai mau nonton TV", & pencat-pencet remote sampe gambar di TV gak keruan lagi. He3x :D Kalo kebetulan gw buka sekantong chips, Aila pasti langsung nodong "Ai mau teripit (kripik-maksudnya… ;P)". Lalu kami menikmati chips & TV berdua sampe Mba’ Sofi datang untuk ngajak Aila makan malam. Ini pun Aila masih menuntut gw nemenin dia main, while Mba’ Sofi yg nyuapin makannya. Mungkin gw udah equal to fun & play kali ya buat Aila, jadi gw gak boleh ngapa2xin kecuali ngelayanin dia main saat gw lagi bareng dia… :)

Dscn3268

Saat tidur adalah yg paling gw nanti2xkan karena waktu ini eksklusif milik gw & Aila. Aila gak akan mau dipegang orang lain selain gw, bahkan Yandanya sekalipun! Dia pasti akan protes "Jangan, Yanda. No-no!!! Ndak mau!!!" (pake monyong segala! :D) Terus dia akan balikin badannya ke gw, manggil dengan suara lembut-manjanya "Bundaaa…" sambil ngusap-usap pipi/rambut gw & bilang "Sayaaang…" :) Ulah ngegemesinnya ini selalu gw balas dengan ciuman bertubi-tubi di pipi bulatnya. Eh…dia ngikut!!! Lengkap dengan ilernya, sampe selurh muka gw berlumuran iler!!! :D Akhirnya Aila tidur sambil meluk leher gw. Kadang saat terbangun (lilir) pun, Aila akan nyempetin nyiumin pipi, jidat, mata, & bibir gw lagi. God!!! Whatta gift!!!

Dscn3290Gw gak nyangka Aila bahkan tambah manja setelah dia gw sapih. Mungkin dia berusaha mengganti kontak fisik yg dulu dia dapet saat menyusui. Mungkin emang lagi fasenya aja dia begitu lengketnya sama gw. Yg jelas, gw amat menikmati manjanya Aila sekarang2x ini. Karena ini jadi bukti otentik, gw bener2x ibunya…dia gak lupa sama gw, gak dendam sama gw, tetap sayang sama gw walau gw kehilangan begitu banyak waktu bareng dia untuk kerja seharian…

"Kerja itu IBADAH…Don’t underestimate your children! They are very wise and very intelligent." - Dr. Purnawati, SpAK, MMPed.

The Final

3 Agustus 2006: The day finally came

06.15: Gw berusaha untuk menghadapinya sebagaimana hari2x biasa. Bangun pagi (agak siang sih, jam 06.15), minum kopi, nyiapin tas Aila, mandi, & siap2x ke kampus.

08.15: Berangkat ke kampus full team (with my little family + Mba’ Sofi), sempet mampir bentar di tokonya Ko Acung buat nuker skrup pesenan A’ Oji. Aa’ juga nyetirnya santai aja. Di mobil gw sempet baca2x tesis for the last time.

09.15: Sampe kampus, gw turun duluan, sementara Aa’ cari parkir. Langsung ke lantai 2, Ruang Rapat Besar, nyiap2xin materi presentasi. Lagi asik2xnya kutak-kutik, Bu Semi nongol di pintu, ngingetin gw buat sarapan dulu. Duuuhhh Ibu…makasih ya…Ibu koq tau aja saya blm sarapan??? Ya su…sambil meneruskan persiapan presentasi, gw makan arem2x Mon Ami yg ada di snack box jatah gw. Nyam3x…lumayan…ada back-up tenaga sedikit buat ‘maju perang’ :D Trus Bu Nana datang menyapa…Wejangan kecil dr beliau benar2x menenangkan hati gw & bikin gw lebih pe-de lagi. Makasih ya Bu. Ibu benar2x seorang Pembimbing buat saya.

10.00: Satu per satu tim penguji datang. Mulai dari Pak Hartanto, yg langsung minta maaf krn hanya bisa "menyidangkan" gw 1/2 jalan krn harus nguji mahasiswa lain…Pak Andreas yang rapi-jali dgn setelan jas & dasinya…Bu Buli dengan senyum manisnya…and finally Bu Semi, yg jadi notulen. Sidang dibuka oleh Bu Buli, gw harus keluar dulu & beberapa saat kemudian Bu Semi manggil gw masuk. 15 menit sesi presentasi, dilanjutkan tanya-jawab s/d jam 11.45. Alhamdulillah semua pertanyaan bisa gw jawab dengan lancar, semua kritik & saran bisa gw terima dgn senyum (GILAAA!!! Allah pasti ngasih gw malaikat pelindung buat mencegah sifat judes-defensif gw :D), gw bahkan berani mengakui kesalahan2x yg gw buat (ck3x…Subhanallah…sidang had turned me into a completely different person!!! ;P). Mungkin juga krn Pak Hartanto, yg dpt kesempatan nguji pertama, membuka sesi tanya-jawab dgn pujian "Saya salut kepada Anda, Sulistyorini. Anda dapat melakukan penelitian dgn topik yg sangat psikologis, menggunakan istilah2x psikologi pada tempatnya, dan memiliki pemahaman ttg konstruk2x psikologi yg baik walaupun Anda datang dari latar belakang teknik". Duh, Pak Har…Terima kasih sekali atas pujiannya. Saya ngerasa gak sia2x berkutat 3 thn di magister sains psikologi & 6 bulan ++ ngurusin tesis. Pujian Bapak juga membuat saya merasa bahwa eksistensi saya ‘diakui’ oleh civitas akademika psikologi :) Sesi tanya-jawab ditutup oleh saran dari para pembimbing. Alhamdulillah, Pak Andreas keliatan bgt mem-promote penelitian gw dgn menawarkan untuk mempublishnya ke jurnal internasional & mengexplore kemungkinan adanya penelitian lanjutan dari penelitian gw. I’m honored, Pak. Frankly I am:) Bu Nana juga ngasih saran yg konstruktif dan pujian "Thesismu bagus, Rin!". Waaa…ternyata sidang itu menyenangkan ya?! (Lhooo??? :D)

11.45: Sidang diskors, Bu Buli minta gw keluar supaya para dosen bisa bersidang mengambil keputusan lulus or tidaknya gw…berapa nilai yg akan diberikan…berapa lama harus perbaikan…dll. So…keluarlah gw ke Sekretariat Pasca. Ya Allah…ternyata lebih deg2xan nungguin hasil sidang ketimbang menjalani sidang itu sendiri!!! Tangan gw dingin, my heart even skip a beat every now-and-then…15 menit terasa lambaaa…at bgt dibanding 1.5 jam presentasi & menjawab pertanyaan2x tim penguji.

12.00: Akhirnya para dosen selesai bersidang! Bu Semi manggil gw untuk masuk lagi. Bu Buli mempersilakan gw duduk, kemudian beliau membacakan putusan sidang. "Melihat nilai-nilai mata kuliah yg telah Saudari ikuti dan mempertimbangkan kontribusi saudari dalam penelitian, maka kami menyatakan saudari LULUS dari program magister sains PIO". Wiiii!!! Badan gw rasanya ringaaa…an bgt. Legaaa… Alhamdulillah…terima kasih ya Allah. Terbayar sudah segala lelah, tangis, gundah, stress…Syarat menyerahkan revisi dalam 1 minggu lsg gw sanggupi. Gila! Apa artinya 1 minggu lagi kerja keras dibanding 6 bln ++ jumpalitan merealisasikan tesis ini??? Pokoknya senang…senang…senang!!!

Seusai sidang semua dosen nyalamin gw. Pak Andreas bahkan memuji kepercayaan diri gw saat presentasi & menjawab pertanyaan2x. "Performance Anda tadi bagus, Rin." Waaa!!! Apa gak melayang tuh dipuji gitu sama Profesor? Belum lagi ternyata beliau berminat nerusin penelitian sejenis & minta original tools gw. Ck3x…gak nyangka!!! :) Apalagi setelah tau dari Pak Irwan kalo nilai thesis gw ‘cukup bagus’ ;P Alhamdulillah… Mudah2xan pembimbing2x gw bangga dgn hasil gw…mudah2xan Ayah-Ibu juga bangga…mudah2xan langkah gw bisa diteladani Aa’, Dimas, Devi, & Aila…mudah2xan ilmu yg dapet manfaat buat semua. Amin…amin…yaa rabbal alamiin… :)

Such a Sweety… :)

2 Agustus 2006, 15.55

Aa’ baru aja telpon. Dia ngajak gw nge-date ntar malem, tanpa Aila. Hi3x… :D Funny I should say, kami gak pernah pergi hang-out berdua aja setelah Aila lahir. Katanya ahli2x perkawinan sih tiap pasangan harus tetap spend quality time berdua aja. Well…sayangnya gak mungkin minggu ini, krn jadwal sidang & perbaikan (afterwards) pasti bakal penuh sesak. Belum lagi Aila yg lagi manja2xnya ke gw (kejadian tadi pagi, contohnya…). Rasanya gw belum bisa untuk ’sedikit’ egois buat ’senang2x’ berduaan aja sm Aa’ :D So sorry, hunny…but I do appreciate deeply your concern & sincere attention :)

A Different Morning Ride :)

2 Agustus 2006, 06.15

Gw udah siap berangkat kerja, duduk manis di Inun, & siap2x makan Indomie goreng Kriuk ;P Tapi…ya ampun!!! Dompet gw ketinggalan di kamar! Jadi deh gw balik lagi ke kamar. Lucunya, pas gw masuk pas Aila bangun & liat gw!!! Kontan dia langsung jerit2x "Sama Bunda! Sama Bunda!".

Heeehhh…!!! Ya su, gw gendong lah dia, sambil bujuk2x "Yuk sini sama Bunda. Anter Bunda ke mobil ya. Nanti Ai2x yg buka pintu buat Bunda. Mau?"

Eh, dia jawab "Ndak mau!!! (pake monyong segala pula!) Ai mau jalan2x!!!" sambil ngencengin pelukannya ke leher gw & ngerebahin kepalanya di bahu kiri gw. Ooohhh…ibu mana yg gak ‘meleleh’ dgn kemanjaan spt itu??? So gw buru2x ambil keputusan "Mba’ Sofi, bawa susu & air putih Aila. Biar Aila ikut anter aku ke kantor."

Lalu…berangkatlah kami menuju Arkadia. Nothing special yg dilakuin Aila dlm perjalanan. Di awal2x dia nyanyi "Potong Bebek Angsa" & sedikit berceloteh soal ikut Bunda, sisanya dia cuma berbaring dlm pelukan gw & kemudian tidur (with such an angelic smile on her face…).

Hmmm…saat kemaren gw baca blog-nya Acho, gw ikutan senyum2x ngebayangin how sentimentil-nya si bapak satu itu ter-kangen2x sama Akila-nya. Pagi ini gw bisa ngerasain sendiri betapa sentimentil-nya menjadi orang tua itu… :) Perjalanan ke kantor pagi ini did teach me something about that. Aila did not want anything fancy. She just needs to know that I’m always beside her & enjoys every moment of our togetherness. Some may call it silly, but who can value the price of your love one’s hugs, kisses, & ultimately…love? :)