Tangisan Aila
tak pernah mudah utk bunda mendengar tangisanmu, ai…
hati bunda selalu hancur & sakit saat mendengar & melihatmu menangis.
bunda selalu ingin ada didekatmu…memelukmu…menenangkanmu…
tapi bunda dihadapkan pada pilihan dan kewajiban.
bunda senang sekali jika bisa berada didekatmu setiap waktu,
tapi bunda juga senang bekerja.
dgn bekerja, bunda bisa tetap belajar…berteman…berkembang.
sama seperti kamu senang sekolah.
dgn bekerja, bunda berharap bisa berguna…bermanfaat utk sesama…bisa mendapat ridho-Nya…
dgn bekerja, bunda berharap kita punya kemungkinan pada satu masa depan yg lebih pasti dan lebih baik…
tak pernah mudah utk bunda mendengar tangisanmu, ai…
seperti pagi tadi, saat kaki bunda sudah mengayun keluar pintu rumah.
sayup bunda dengar rengek tangismu dari balik pintu kamar, memecah keheningan pagi.
atau seperti beberapa hari lalu saat kau meraung-raung sambil mendekap bunda, memohon utk ikut ke kantor.
bukannya bunda tak punya hati dan tetap melangkah pergi…
sambil kaki ini melangkah, selalu teriring doa utkmu, ai…
semoga Allah SWT melindungimu selama kami jauh…semoga Allah SWT memberikan kita segala yg terbaik…
pekerjaan bunda bukan sainganmu, ai…
krn kamu lah bunda bekerja!
utk kamu lah bunda bekerja!
jangan menangis lagi, ai…
bunda luvs you so much
